Yuk Kenalan dengan Pola Candlestick Piercing Line

Candlestick adalah teknik yang berfungsi untuk melacak dan membaca pergerakan harga. Teknik ini termasuk dalam kelompok analisis teknis dan merupakan teknik tertua yang pernah dibuat. Menurut analisa forex hari ini Candle sendiri merupakan salah satu komponen analisa teknikal yang menjadi salah satu yang paling sering digunakan oleh para trader karena memiliki gambaran yang sangat menarik.

Selain itu, candle juga dianggap dapat memberikan sinyal untuk mengambil keputusan trading selanjutnya. Lilin itu sendiri memiliki banyak pola. Misalnya seperti orang yang digantung dan doji dalam satu candle atau ditelan seperti double candlestick dan morning star termasuk dalam kelompok candle candle. Namun selain dari pola di atas, Anda pasti juga pernah mendengar dengan jelas pola lainnya seperti pola candlestick line piercing.

Piercing line merupakan motif lilin yang dibentuk oleh dua buah lilin, model ini disebut juga dengan lilin ganda. Candle pertama biasanya berupa candle bearish yang kemudian diikuti oleh candle bullish. Pola garis candle piercing juga bisa disebut pola yang menunjukkan pembalikan arah yang bisa Anda pertimbangkan sebelum membuka suatu posisi.

Pola garis perforasi ini terbentuk pada saat terjadi tren turun karena banyak penjual yang mendominasi pasar dengan melakukan transaksi jual. Akibatnya, ada banyak candle merah atau bearish selama tren ini. Selama sesi berikutnya ada celah sisi bawah karena harga dibuka sedikit di bawah harga penutupan kemarin.

Namun, setelah sesi perdagangan dibuka, ternyata banyak pembeli yang mendominasi pasar. Akibatnya, harga akan naik secara perlahan. Hingga akhir sesi penutupan pasar, harga bisa dinaikkan meski tidak bisa ditutup di atas harga pembukaan hari sebelumnya. Kondisi inilah yang mendasari terbentuknya pola candlestick dari piercing lines.

Tip untuk menggunakan template template piercing dalam eksekusi pembelian

Jika Anda menemukan garis perforasi pola candlestick, Anda dapat menggunakannya untuk mengambil posisi buy. Saat itu, pastikan Anda langsung membeli. Namun selain itu, Anda juga bisa menggunakan delay order dengan batasan buy atau stop buying. Jika Anda menggunakan bantuan pesanan yang belum selesai, Anda tidak perlu lagi terus-menerus berada di depan layar komputer. Untuk melakukan eksekusi pembelian langsung, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan sebagai bahan pertimbangan seperti:

Pastikan tampilan garis perforasi berada di ujung aliran yang menurun atau di lembah yang lebih rendah. Untuk mengetahui apakah trend akan segera berakhir, Anda dapat memanfaatkan indikator momentum seperti menggunakan Convergent Divergent Moving Average (MACD). Selain MACD, Anda juga bisa menggunakan indikator RSI atau Relative Strength Index untuk mengetahui kondisi oversold atau oversold yang terjadi di pasar.

Situasi pengawasan ini terjadi karena penurunan harga sampai taraf tertentu. Alhasil, trader akan terus melakukan aksi beli guna menaikkan harga saat itu. Jika indikator RSI atau MACD sudah menunjukkan momentum jenuh jual atau oversold maka muncul candle berpola putus-putus, Anda bisa bersiap untuk membuka posisi buy.

Tunggu hingga candle ascending berikutnya (candle ketiga) muncul dengan ketinggian yang bisa melebihi candle pertama. Pastikan Anda tidak lupa mengatur take profit dan stop loss sesuai trading plan yang telah Anda buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *